Sinyal satelit sangat lemah. Sehingga kita
memerlukan antena parabola untuk memokuskan sinyal tersebut dan
sebuah LNB (low noise block), atau LNBF, LNB universal LNB atau
feedhorn yang dipasang di titik fokus untuk mengumpulkan sinyal.
Akan tetapi apa yang sebenarnya terjadi di dalam komponen kecil ini?
Elektronik
LNB merupakan jantung dari antena satelit. Pada dasarnya,
merupakan sebuah rongga resonator yang menerima sinyal satelit yang
difokuskan dari pantulan antena dan memproses sinyal tersebut.
Serupa dengan pipa organ yang mengubah energi transmisi menjadi
sinyal elektrik. Sebuah switch elektonik tambahan memperkuat sinyal
ini sebelum dikirim ke kabel coax dan mengubahnya menjadi frekuensi
yang lebih rendah untuk mengurangi kehilangan sinyal di kabel. |
 |
Meskipun penjelasannya akan terdengar terdapat perbedaan besar antar
masing-masing model, tipe LNB yang banyak digunakan saat ini menggunakan
teknologi yang sama, faktor pembeda utama adalah noise
figureyangtelahditurunkanmenjadinilai yang serendah mungkin secara teori
yaitu 0.3 dB pada kebanyakan model. LNB universal digunakan untuk membagi
Ku band – yang umum digunakan di Eropa – menjadi dua rentang frekuensi.
Setiap LNB hanya dapat digunakan untuk band frekuensi tunggal, sebab S,
C dan Ku band masing-masing memerlukan rongga resonator yang berbeda.
Terdapat juga tipe untuk sinyal linear dan circular, yang dibedakan
berdasarkan peletakan dipole internal.
Catu daya untuk switch elektronik juga menarik. Daya disediakan oleh
receiver dan disalurkan melalui kabel coax. Sehingga kabel coax tidak
hanya menyalurkan sinyal yang diterima dari antena ke receiver, tetapi
juga memerlukan daya operasi dari receiver ke LNB (beserta sinyal kendali
tambahan).
Fitur Switch Ketika berpindah saluran
Transponder memiliki satu atau dua polarisasi yang berbeda
(horizontal/vertical dan sirkuler kiri/kanan). Sehingga receiver harus
memberitahu LNB polarisasi untuk sinyal yang diberikan, sehingga dipole
yang sesuai dapat diaktifkan. Voltase catu daya sebagai berikut: 14 V
mengaktifkan polarisasi vertikal, sedangkan 18 V mengaktifkan polarisasi
horizontal. Meskipun DiSEqC telah dikembangkan sebagai perangkat kendali
yang handal dengan lebih dari 256 perintah, tetap tidak digunakan untuk
memindahkan polarisasi.
LNB universal mempunyai mode switch kedua untuk extended Ku band.
Karena rentang frekuensi receiver satelit tidak cukup lebar, maka rentang
frekuensi harus dipisahkan menjadi dua rentang frekuensi. Perpindahan
antara kedua rentang ini dikendalikan oleh sinyal 22 kHz yang juga dikirim
oleh receiver ke LNB ketika memilih saluran tertentu. Sinyal 22 kHz ini
juga digunakan untuk frekuensi pembawa bagi perintah kendali DiSEqC dalam
konfigurasisistemyanglebihrumit.PerintahDiSEqC ini dapat mengendalikan
multiswitch dan motor antena.
Berbagai Desain
Terdapat beberapa tipe rancangan untuk kegunaan yang berbeda. Tabel
berikut menyajikan tipe LNB yang umum untuk extended Ku band dan
menunjukkan bagaimana penggunaannya:

Single LNB sesuai untuk penerimaan individu. Prinsip penerimaan LNB
tunggal juga termasuk antena rata (flat).Jikadireceiverterdapat DiSEqC 1.2
dan menyediakan perintah yang diperlukan untuk mengendalikan piringan
bermotor, LNB tunggal dikombinasikan dengan motor piringan memungkinkan
untuk menerima sinyal dari sejumlah satelit. Ini merupakan
konfigurasiyangmantap,kecualimemerlukan waktu tunggu sampai antena
digerakkan ke posisi yang tepat ketika memilih saluran dari satelit yang
berbeda.
Desain lainnya hanya sesuai untuk antena tetap. LNB twin, quad dan octo
adalah untuk mendukung dua, empat atau delapan receiver. Masing-masing
receiver dihubungkan ke LNB dengan kabel coax tersendiri, sehingga
memungkinkan sinyal diterima secara tersendiri oleh masing-masing
receiver.
LNB quattro dengan switch output dapat menyalurkan konfigurasi empat
sinyal (horizontal/vertikal dan band rendah/tinggi) secara simultan dan
tidak sesuai untuk dihubungkan secara langsung ke receiver. Sinyal output-nya
dihubungkan ke switch matrix. Dengan bantuan matrix menyalurkan dan
memperkuat sehingga memungkinkan untuk menghubungkan sejumlah receiver ke
sistem ini.
Multifeed untuk profesional
Multifeed berarti penerimaan sinyal dari beberapa satelit secara
simultan dengan satu antena tetap. Keuntungan dari cara ini adalah
perpindahan antar satelit yang sangat cepat. Akan tetapi, beberapa
kekurangan atau pembatas sehubungan dengan penerimaan multifeed adalah:
Terjadi penurunan efisiensidalampenerimaan sehingga memerlukan piringan
yang lebih besar. Tidak bisa memilih lebih dari empat satelit. Rentang
orbital tidak lebih dari +/- 10 derajat (kurang daripada lebih). Jarak
satelit paling tidak 3 derajat. Diperlukan perintah DiSEqC untuk berpindah
sinyal. Jika lebih dari satu receiver yang akan dihubungkan, maka
diperlukan matrix sinyal.Agak sulit untuk mengatur arah antena.
LNB monoblock Praktis
LNB dual ini merupakan solusi paling sederhana untuk mendapatkan
penerimaan multifeed dari dua satelit. Rancangan ini terdiri dari dua LNB
terpisah dalam satu tabung tunggal. Kedua LNB ini dapat dipilih secara
otomatis oleh receiver DiSEqC 1.1. Namun, hanya tersedia untuk satelit
dengan jarak tetap 3-derajat atau 6-derajat. Di Eropa, misalnya, terdapat
LNB monoblock single, twin dan quad untuk Ku band, dengan jarak yang telah
ditentukan 6 derajat (misalnya untuk Astra1/Hotbird atau Astra2/Astra3A).
|