iklan

[Indonesia]   [Index]   [Cabling]   [Tracking]   [Pole Instalation]   [Miscellaneous]   [Download]   [Contact]   [Keys Section]

<p align="center"><a target="_blank" href="http://komputer.tokokartini.com"> <img src="hc480x60.gif" width="728" height="90"> </a></p>
:: Index > Indonesia > Pengaturan Dasar untuk Antena Satelit  ::
[1 November 2014 ] INFO *** Dream TV Active Key (real time update)

Pengaturan Dasar untuk Antena Satelit

Tele Satellite Magazine

 

Digitalisasi saluran satelit maju dengan cepat dan segera tidak akan ada lagi saluran satelit analog di Eropa. Setelah konversi ini selesai maka receiver analog lama menjadi tidak berguna dan harus diganti dengan receiver digital.

Pada kebanyakan kasus, dengan mudah mencabut kabel dari receiver analog kemudian memasang kabel antena tersebut ke receiver digital yang baru. Pengaturan umum arah antena tidak berubah, kecuali jika antena tidak terarah dengan benar sebelumnya dan memerlukan pengarahan ulang. Semua hal ini tidak akan menimbulkan masalah besar.

Jika antena baru harus dipasang untuk pertama kalinya, bagaimanapun, tanpa hadirnya sinyal analog akan timbul kesulitan. Karena sinyal digital lebih sulit ditemukan daripada sinyal analog, pencarian sudut antena yang benar dan arahnya akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada sebelumnya. Pada era analog sangat mudah menggerakkan antena sampai muncul gambar bayang-bayang di layar TV. Dengan hanya memerlukan sedikit ‘fine-tuning’maka akan tampil gambar yang bersih di layar TV. Hal ini tidak mungkin lagi dilakukan dalam penerimaan satelit digital. Sinyal digital yang lemah tidak akan menghasilkan gambar di layar yang tetap gelap hingga kekuatan sinyal melewati batasan tertentu (sekitar 30%) dan gambar yang sebening kristal akan muncul di TV Anda.

Jika Anda tidak tahu pasti dimana untuk mencari satelit yang diinginkan maka pencarian Anda akan sia-sia. Sepanjang masih ada tertinggal beberapa sinyal analog, sebuah receiver analog untuk pengarahan antena akan melakukan pekerjaan yang sempurna. Akan tetapi apa yang akan dilakukan setelah sinyal analog tidak ada lagi? Dalam hal ini akan diperlukan sebuah pendekatan yang sistematik.
Jika hanya sebuah satelit yang akan diterima, maka pengarahan antena dapat ditetapkan pada posisi tersebut. Untuk dapat mengarahkan antena secara tepat, sudut elevasi harus diatur sebagaimana mestinya dengan menggunakan skala yang terdapat di tiang antena. Akan tetapi, elevasi yang tepat bergantung pada derajat Lintang setempat. Berikut adalah nilai untuk satelit di posisi selatan tepat. (di posisi utara tepat jika dilihat dari belahan selatan):

Untuk satelit dengan beberapa derajat ke Timur atau Barat maka elevasinya akan menurun. Untuk perbedaan 10-derajat elevasi akan menurun maksimum 1 derajat.

Selanjutnya, pencarian sinyal dapat dimulai dengan menggerakkan antena menuju posisi satelit yang diinginkan. Untuk dapat memeriksa keberhasilan pencarian di layar TV, receiver harus ditala pada salah satu saluran di satelit tersebut. Tentu saja receiver baru mempunyai daftar saluran yang telah terprogram, maka tidak akan menjadi masalah dalam pemilihan saluran yang sesuai. Akan tetapi, karena data transponder bisa saja berubah, maka dianjurkan untuk memeriksa data yang tersimpan dengan daftar frekuensi terkini di http://sattracker.mrtian.com/chart

Sayang sekali tidak terdapat skala di tiang untuk memutar antena ke Timur atau Barat. Hal ini membuat penentuan arah yang tepat menjadi sesulit pada antena bermotor yang memungkinkan penerimaan lebih banyak saluran tanpa biaya tambahan.

 

 TOP

 

 

Sitemap Login Print Version